Meninggalkan kenyamanan sebagai pegawai tetap untuk menjadi pengusaha bakso memang terdengar tidak lazim. Namun bagi Asri Ranga, keinginannya untuk berdikari dan mempunyai lebih banyak waktu untuk keluarga menjadi pemicu untuk merintis bisnis kecilnya yang kini telah sukses menembus pasar di Manado. 

Asri meninggalkan posisinya sebagai General Manager di sebuah hotel pada usia 35 tahun. Ia bertekad untuk berhenti bekerja dan fokus memberi waktu untuk anak-anaknya yang masih belia. Berdomisili di Bitung, Sulawesi Utara, daerah penghasil tuna terbanyak di Indonesia, Asri melihat peluang untuk mengembangkan usaha pangan bakso dengan bahan dasar tuna.  

Awal merintis usaha, Asri tidak memiliki keahlian khusus dalam mengolah makanan. Sering melihat Semua dipelajari otodidak dan uji coba. Awalnya, Asri menjual kiloan di pasar, setelah banyak pelanggan, Asri pun memberi merek dagang. 

Setelah setahun, Asri dikontak oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Bitung yang menyarankan untuk membentuk kelompok agar dapat menerima bantuan alat. Mesin penggiling dan pencetak membuat produksi Asri meningkat dan tak lama produk bakso tuna Asri merambah ke swalayan Bitung dan Manado. Sekarang, Asri mampu memproduksi sekitar 150 kilo bakso per minggu.

Asri merasa lebih nyaman menjadi pengusaha. Biarpun tetap ada tekanan, namun berbeda dengan bekerja di perusahaan. Kini, Asri dapat bekerja dari rumah dan lebih fleksibel dalam mengatur jadwal.

“Punya usaha sendiri memang harus kerja keras kalau memang ingin mendapatkan hasil lebih. Kalau mau agak santai, hasilnya juga akan berkurang.” ujar Asri. 

Suami Asri mendukung usahanya, yang tadinya fokus berbisnis tour & travel, beliau banting setir menjadi asisten produksi. Menjadi pengusaha perempuan, sekaligus ibu dari dua anak yang masih terbilang muda bisa menjadi tantangan, tapi tidak bagi Asri. “Anak-anak tidak pernah protes saya jadi pengusaha. Justru mereka jadi terinspirasi untuk bekerja. Malah kalau sedang tidak ada kegiatan, mereka yang ajak saya dan suami untuk produksi bakso.” tuturnya.

Cita-cita Asri selanjutnya untuk merenovasi tempat produksinya saat ini dan membuka pusat binaan UKM di mana para pengusaha perempuan dapat berbagi ilmu dan maju bersama-sama. 

Foto: SecondMuse/Ina Saptiono


Cerita ini merupakan bagian dari kampanye Indonesian Women in Fisheries yang diselenggarakan oleh SecondMuse dan USAID Oceans and Fisheries Partnership untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai peran perempuan dalam sektor perikanan. Tujuh cerita perempuan inspiratif asal Bitung, Sulawesi Utara akan dipublikasikan selama kampanye berlangsung. Ikuti tagar #IDwomeninfisheries di Instagram dan Twitter untuk membaca semua ceritanya.



Nov 27, 2019 - 8:00 am