Liesje Macawalang menjabat sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bitung sejak tahun 2014. Selama karirnya di Dinas Kelautan dan Perikanan, Liesje tidak merasa ada tantangan khusus sebagai seorang perempuan. Bagi Liesje, keluarga adalah faktor utama dalam mendukung keberhasilan dalam karirnya sebagai seorang pemimpin perempuan dalam pemerintahan.

Di sektor kelautan dan perikanan Kota Bitung, kesenjangan gender tidak terlalu terasa. Perempuan dan laki-laki diperlakukan sama rata. Namun, keterlibatan kelompok perempuan dalam kegiatan penangkapan di laut masih dinilai kurang oleh Liesje. Banyak potensi-potensi perempuan yang belum digali dan dieksplor, meskipun sudah ada perkembangan. 

Sinkronisasi dan sinergi antara pemerintah kota, provinsi dan pusat merupakan hal yang sangat penting untuk membuat kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, termasuk kebijakan terkait gender. Dinas Kelautan dan Provinsi Bitung, dibawah arahan Liesje, akan melanjutkan dan menambah program pendampingan kelompok-kelompok perempuan melalui pembinaan dan pelatihan kepada mereka baik di perikanan tangkap dan budidaya.

“Kita sebagai perempuan tidak boleh memandang sebelah mata kepada diri sendiri. Perempuan itu serba bisa – dari merawat anak, mengurus rumah tangga, hingga berorganisasi masyarakat. Ketika potensi itu disadari dan dimaksimalkan, perempuan bisa berkembang sehingga tidak ada perbedaan dengan laki-laki.”

Foto: SecondMuse/Ina Saptiono

Cerita ini merupakan bagian dari kampanye Indonesian Women in Fisheries yang diselenggarakan oleh SecondMuse dan USAID Oceans and Fisheries Partnership untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai peran perempuan dalam sektor perikanan. Tujuh cerita perempuan inspiratif asal Bitung, Sulawesi Utara akan dipublikasikan selama kampanye berlangsung. Ikuti tagar #IDwomeninfisheries di Instagram dan Twitter untuk membaca semua ceritanya.

Dec 10, 2019 - 8:00 am